
HALAL CORRIDOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Namun, di balik program ini, terdapat standar ketat yang harus dipenuhi oleh SPPG, tidak hanya dari sisi halal, tetapi juga dari aspek keamanan pangan.
Salah satu standar penting yang kini menjadi perhatian adalah sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points atau yang dikenal dengan HACCP. Lalu apakah itu?
HACCP merupakan sistem manajemen keamanan pangan yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan potensi bahaya dalam proses produksi makanan. Sistem ini memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari bahan baku hingga makanan siap dikonsumsi, berada dalam kondisi aman.
Dalam konteks MBG, penerapan HACCP menjadi sangat penting karena makanan yang disajikan diproduksi dalam jumlah besar dan dikonsumsi oleh banyak orang. Tanpa sistem pengawasan yang ketat, risiko kontaminasi atau kerusakan pangan bisa meningkat.
Selama ini, banyak pelaku usaha menganggap bahwa sertifikasi halal sudah cukup untuk menjamin kualitas produk. Padahal, dalam program MBG, standar yang diterapkan lebih komprehensif.
Selain wajib memiliki sertifikasi halal, penyedia makanan juga diwajibkan memiliki sertifikasi HACCP. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan tidak hanya halal secara syariat, tetapi juga aman, higienis, dan layak dikonsumsi.
Dengan kata lain, halal menjamin kehalalan bahan dan proses, sementara HACCP memastikan keamanan pangan secara ilmiah dan teknis.
Tanpa penerapan HACCP, berbagai risiko dapat terjadi, seperti:
- Kontaminasi bakteri atau zat berbahaya
- Kesalahan dalam proses penyimpanan makanan
- Penurunan kualitas makanan sebelum dikonsumsi
Dalam skala program seperti MBG, risiko ini tentu tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Meski terlihat kompleks, penerapan HACCP justru membuka peluang besar bagi pelaku usaha. Dengan memiliki sertifikasi ini, bisnis akan lebih dipercaya, terutama untuk kerja sama dengan program pemerintah atau institusi besar.
Selain itu, sertifikasi HACCP juga dapat meningkatkan standar operasional bisnis, sehingga kualitas produk lebih konsisten dan risiko kerugian dapat ditekan.
Di era modern, standar industri makanan semakin tinggi. Pelaku usaha tidak lagi cukup hanya fokus pada rasa, tetapi juga harus memperhatikan aspek keamanan dan kualitas.
Bagi pelaku usaha yang ingin terlibat dalam program MBG, memahami dan menerapkan HACCP menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.
Untuk mempermudah proses ini, pelaku usaha dapat melakukan pendampingan bersama Halal Corridor yang siap membantu dalam pengurusan sertifikasi halal sekaligus memberikan arahan dalam pemenuhan standar keamanan pangan seperti HACCP.
Dengan kombinasi antara sertifikasi halal dan HACCP, pelaku usaha tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen secara lebih kuat. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas makanan, standar ini menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis di sektor pangan. (AL)


Tinggalkan Balasan