
HALAL CORRIDOR – Penerapan sertifikasi halal di sektor kesehatan kini semakin menjadi perhatian. Tidak hanya industri makanan dan kosmetik, rumah sakit juga mulai didorong untuk menerapkan standar halal dalam layanan mereka. Isu ini menjadi salah satu pembahasan penting dalam International Islamic Healthcare Conference and Expo ke-6 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Rabu (6/5).
Dilansir dari Antara News, dalam kegiatan tersebut, Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan halal terus meningkat. Menurutnya, sertifikasi halal menjadi penting diterapkan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta.
Hal ini karena konsep halal di sektor kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek agama, tetapi juga menyangkut mutu dan keamanan layanan kesehatan secara menyeluruh.
Lalu, apa sebenarnya yang disertifikasi?
Baca Artikel Menarik Lainnya: Jelang WHO 2026, RPU Betex Resmi Kantongi Sertifikat Halal
Masih banyak masyarakat yang mengira konsep halal di rumah sakit hanya sebatas makanan pasien. Padahal, penerapannya jauh lebih luas.
Dalam rumah sakit berbasis syariah atau halal, berbagai aspek harus dipastikan sesuai standar, mulai dari obat-obatan, alat kesehatan, kapsul, hingga bahan suntikan yang digunakan dalam pelayanan medis.
Selain itu, sistem pelayanan juga harus memperhatikan kenyamanan pasien, kebersihan lingkungan, hingga pendekatan psikologis dan spiritual selama proses perawatan.
Konsep ini kemudian dikenal sebagai layanan kesehatan berbasis nilai syariah, yang tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memberikan rasa aman dan ketenangan kepada pasien.
Sertifikasi Syariah Rumah Sakit Bukan Hanya untuk Muslim
KH Cholil Nafis menjelaskan bahwa rumah sakit syariah bukan berarti hanya diperuntukkan bagi umat Islam.
Menurutnya, sistem ini justru menghadirkan standar pelayanan yang lebih menyeluruh, seperti:
- Kebersihan yang lebih terjaga
- Kejelasan kehalalan produk medis
- Sistem keuangan berbasis syariah
- Pendekatan pelayanan yang lebih humanis
Ia juga menegaskan bahwa kondisi mental dan ketenangan batin memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan fisik seseorang. Karena itu, nilai spiritual dinilai menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien.
Pendekatan ini tidak hanya bersifat kuratif atau pengobatan saat sakit, tetapi juga preventif dengan menciptakan rasa nyaman dan tenang selama pasien menjalani perawatan.
Bagaimana Proses Sertifikasinya?
Dalam penerapannya, proses sertifikasi syariah rumah sakit melibatkan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia yang memberikan rekomendasi kepada Majelis Ulama Indonesia untuk penerbitan sertifikasi syariah.
Artinya, rumah sakit yang ingin memperoleh sertifikasi harus memenuhi berbagai standar yang telah ditentukan, baik dari sisi pelayanan, fasilitas, maupun penggunaan produk halal dalam operasionalnya.
Meningkatnya perhatian terhadap layanan kesehatan halal menunjukkan bahwa konsep halal kini telah berkembang lebih luas. Halal tidak lagi dipahami hanya sebagai label pada makanan, tetapi juga sebagai standar kualitas dan keamanan di berbagai sektor, termasuk kesehatan.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat, sertifikasi halal dan syariah di rumah sakit dipandang sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi pasien.
Fenomena ini juga menjadi tanda bahwa industri halal terus berkembang dan merambah berbagai bidang kehidupan. Tidak hanya soal konsumsi, tetapi juga menyangkut kualitas hidup dan pelayanan publik secara menyeluruh. (AL)


Tinggalkan Balasan