Gebrak Industri Halal, Saudi Luncurkan Halal Mark Track

Halal Mark Track, Peluang Bisnis bagi Pelaku Usaha di Indonesia (Freepik)

HALAL CORRIDOR – Arab Saudi kembali menegaskan perannya sebagai pemain utama dalam industri halal global. Melalui Saudi Halal Center yang berada di bawah Saudi Food and Drug Authority (SFDA), Kerajaan resmi meluncurkan Halal Mark Track, sebuah sistem sertifikasi halal yang terintegrasi dengan standar Environmental, Social, and Governance (ESG).

Langkah ini menjadi penanda penting bahwa sertifikasi halal tidak lagi semata soal kepatuhan syariah, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola usaha yang baik. Prinsip ESG sendiri kini menjadi tolok ukur global dalam menilai kredibilitas dan daya saing sebuah produk di pasar internasional.

Seperti dilansir The Islamic Information, Rabu, (4/2) inisiatif Halal Mark Track mencerminkan upaya Arab Saudi dalam menyatukan nilai-nilai syariah dengan standar keberlanjutan global. Sistem ini dijalankan melalui kolaborasi antara Halal Product Development Company perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF) bersama THIQAH, untuk membangun ekosistem halal yang kredibel, terukur, dan berorientasi masa depan.

Baca Artikel Menarik Lainnya: Wajib Halal 2026: Apotek Perlu Mulai Berbenah dari Sekarang

Melalui Halal Mark Track, sebuah produk halal akan dinilai secara menyeluruh. Tidak hanya dari aspek bahan dan proses yang sesuai syariat, tetapi juga dari bagaimana pelaku usaha mengelola dampak lingkungan, memperhatikan aspek sosial, serta menjalankan tata kelola bisnis yang transparan dan bertanggung jawab. Seluruh proses pengawasan berada langsung di bawah otoritas Saudi Halal Center.

Integrasi halal dan ESG diyakini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen global, khususnya di pasar negara-negara dengan standar keberlanjutan yang tinggi. Bagi pelaku usaha, sistem ini membuka peluang ekspansi yang lebih luas, karena produk halal dinilai siap bersaing tidak hanya di pasar Muslim, tetapi juga di pasar global yang semakin sadar lingkungan dan etika bisnis.

Peluncuran Halal Mark Track juga sejalan dengan modernisasi sektor pangan Arab Saudi, termasuk penerapan teknologi digital pada manajemen peternakan. Tujuannya jelas yaitu meningkatkan produktivitas, kesejahteraan pelaku usaha, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Bagi pelaku usaha di Indonesia, langkah Arab Saudi ini menjadi sinyal kuat bahwa sertifikat halal kini berperan sebagai paspor global bisnis. Produk yang telah bersertifikat halal memiliki peluang lebih besar untuk diterima di pasar internasional, terutama di negara-negara yang mulai mengintegrasikan halal dengan standar ESG.

Dengan memiliki sertifikat halal, pelaku usaha Indonesia tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi dalam negeri, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk di mata mitra luar negeri. Hal ini menjadi fondasi penting untuk ekspansi bisnis ke pasar strategis seperti Timur Tengah, Asia Tenggara, hingga Eropa.

Perkembangan industri halal global menunjukkan bahwa ke depan, standar halal akan semakin ketat, terukur, dan terintegrasi dengan prinsip keberlanjutan. Pelaku usaha yang bersiap lebih awal akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan.

Bagi UMKM, IKM, maupun pelaku industri yang ingin produknya naik kelas dan menembus pasar internasional, mengurus sertifikat halal sejak sekarang adalah langkah strategis.

Halal Corridor hadir untuk mendampingi proses tersebut, mulai dari persiapan dokumen, pendampingan sertifikasi, hingga memastikan produk siap bersaing di pasar global karena di era industri halal modern, halal bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi juga tentang masa depan bisnis. (AL)

Categories:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *